Royal Golden Eagle Adalah Contoh Nyata Keseimbangan Pengelolaan Industri Kehutanan Sukanto Tanoto

Buyelocon – Pada dasarnya, bisa memanfaatkan dengan baik sumber daya alam yang ada di Indonesia tak hanya akan mampu datangkan profit, tetapi juga akan datangkan keuntungan tersendiri bagi masyarakat setempat, namun demikian untuk melakukan itu semua tentu bukan hal yang mudah. Ada banyak hal yang mesti dipertimbangkan supaya bias memanfaatkan sumber daya alam yang baik tanpa harus menimbulkan berbagai kerugian yang pada akhirnya memicu konflik yang tak ada habisnya.

Perlu untuk diketahui bahwa pengelolaan yang baik pastinya juga didukung dengan sumber daya manusia pula yang nanti akan wujudkan pengelolaan sumber daya alam negara yang optimal. Sukanto Tanoto merupakan salah satu pelaku bisnis yang cukup berhasil dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Sukanto Tanoto jadi pebisnis sukses yang mampu merajai sektor kertas serta kelapa sawit di Indonesia.

Sukanto Tanoto adalah pendiri dari perusahaan grup Royal Golden Eagle Internasional. Ini merupakan grup perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang sumber daya alam. Memiliki kantor pusat di Jakarta, Singapura, Nanjing, Hongkong, dan Beijing, pastinya kesuksesan yang didapatkan Sukanto Tanoto tersebut sudah sangat luar biasa sekali memang. Sukanto Tanoto pada dasarnya memulai bisnis pertamanya tersebut sebagai pemasok suku cadang untuk industri minyak dan juga konstruksi. Setelah Sukanto mencapai kesuksesan dalam bisnis tersebut, ia beralih ke industri sumber daya alam lain, seperti kehutanan, pembangkit tenaga listrik, pulp dan kertas, serta kelapa sawit.

Sukanto yakin bahwasannya sebuah perusahaan akan bisa berhasil dalam mencapai kesuksesan apabila perusahaan tersebut punya nilai tanggung jawab dan berkelanjutan. Dipandu oleh prinsip yang dibuatnya sendiri bahwasannya semua bisnis yang ada di bawah Royal Golden Eagle sudah seharusnya dioperasikan dengan cara yang baik bagi negara, masyarakat, iklim, dan juga perusahaan itu sendiri. Sukanto Tanoto menekankan agar semua unit bisnis Royal Golden Eagle jalankan pengelolaan lingkungan serta kegiatan sosial bertanggung jawab dengan menganut dan juga mengintegrasikan konsep CSR atau pun Corporate Social Responsibility.

Program ini meliputi, pelatihan sistem pertanian terpadu yang sudah mendukung banyaknya penduduk desa untuk jadi petani yang mandiri. Kegiatan dalam pengembangan masyarakat yang lainnya adalah program usaha kecil dan menengah yang tujuannya untuk membangun bisnis, memberikan dukungan infrastruktur sosial, dan memberikan pelatihan kejuruan. Dibekali pula dengan rasa keingin tahuan intelektual yang kuat, juga kepercayaan teguh terhadap pembelajaran terus menerus. Sukanto tak hanya akan meneruskan pendirikan sendir, tetapi ia juga berkomitmen untuk bisa membantu pendidikan bagi masyarakat di desa – desa.

Melalui Tanoto Foundation, Sukanto Tanoto bersama istrinya memiliki tujuan untuk bisa mengurangi kemiskinan yang terjadi. Bekerja sama dalam berbagai bidang, termasuk halnya bidang kesehatan, pendidikan, juga bantuan bencana, Tanoto Foundation sediakan beasiswa kepada guru maupun siswa, membangun sekolah, serta membagikan peralatan sekolah maupun buku – buku pelajaran.

Sekadar informasi saja, bahwa Sukanto Tanoto ini juga termasuk sebagai salah satu anggota Dewan Internasional INSEAD, Dewan Eksekutif Wharton untuk Asia, Dewan Pengawasa Wharton, dan berbagai lembaga pendidikan, kemasyarakatan juga industri yang lainnya. Luar biasanya, Sukanto Tanoto jadi penerima Wharton School Dean’s Medal Award yang merupakan penghargaan untuk orang – orang yang berikan kontribusi baik untuk tingkatkan perekonomian dan kesejahteraan hidup di dunia.

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *