Mengenal 3 Jenis Radiator Coolant

jenis radiator coolant

Buyelocon – Di dalam dunia otomotif, tahu cara merawat kendaraan sangat wajib hukumnya dikuasai, apalagi bagi pemilik kendaraan itu sendiri. Salah satunya adalah tahu apakah radiator coolant itu dan apa saja jenis radiator coolant. Cairan pendingin yang sangat diperlukan oleh kendaraan ini tidak hanya ada satu jenis saja. Lalu, seperti apakah detail penjelasan dari radiator ini? Yuk, simak ulasannya.

jenis radiator coolant

Apakah Radiator Coolant itu?

Bisa dibilang, kegunaan radiator ini sama halnya seperti mesin pendingin. Selain bertugas mendinginkan mesin yang panas, radiator ini juga bertugas menjaga suhu tetap normal. Jadi menurut pengertiannya, radiator coolant adalah sebuah cairan yang berguna untuk mendinginkan mesin dan membuat suhu mesin tetap normal dalam kondisi apapun. Entah itu hujan, panas, atau terjadi masalah lain, suhu mesin ini harus tetap pada suhu normalnya.

Di Indonesia, radiator jenis ini memang sangat diperlukan. Pasalnya, suhu tropis yang umumnya tinggi di tanah air tentu sering membuat mesin cepat panas. Itulah mengapa adanya radiator coolant sangat bermanfaat untuk laju dan perawatan kendaraan. Namun radiator ini jangan diabaikan begitu saja, artinya cairan ini perlu dirawat dengan cara diganti secara berkala, bisa 2 bulan sekali atau 2000 km sekali.

Untuk cara penggunaannya, radiator ini bisa dibilang sangat mudah. Anda tentu pernah melihat para pemilik mobil yang mogok dan kemudian mencari air putih biasa untuk dituangkan ke dalam mesin. Nah, cara itulah yang dimiliki oleh radiator coolant. Jadi, cairan ini kala dituangkan ke dalam mesin akan membuatnya tidak cepat panas. Selain itu, warna cairan ini dibuat berbeda sehingga pengendara akan tahu jika ada kebocoran cairan.

Nah, karena termasuk ke dalam zat kimia, maka cairan ini seperti yang sudah disebutkan, harus diganti secara berkala. Pasalnya, cairan ini akan menjadi kurang efektif, menghambat kinerja kendaraan, dan yang paling parah menghasilkan karat serta lumpur di sistem pendingin jika tidak diganti. Bisa-bisa, bukannya memperlancar pergerakan mesin, radiator coolant yang keruh akan merusak mesin menjadi sangat panas.

Tentu Anda bisa bayangkan besarnya biaya perawatan dan kerugian waktu serta finansial dari rusaknya kendaraan. Oleh sebab itu, perhatikan dengan benar jangka waktu penggunaan radiator ini dan pastikan mesin Anda tetap dingin dengan cairan yang masih bersih.

Jenis-Jenis Radiator Coolant

Berbicara tentang beragam jenis radiator coolant, dibawah ini ada beberapa rekomendasi. Layaknya sebuah oli, cairan ini juga terdiri dari bermacam-macam nama. Lalu apa saja sih jenis dari radiator satu ini?

1. Jenis IAT

Jenis IAT atau kepanjangannya adalah Inorganic Additive Technology, merupakan jenis radiator coolant yang cocok dipakai pada kendaraan yang umurnya bisa dibilang sudah tua. Mungkin mobil tahun 2000-an bisa Anda pakaikan radiator ini. pergantiannya tetap sama, yakni secara berkala atau bisa tiap dua tahun dan juga bisa tiap 20.000 mil.

2. Jenis OAT

Jenis radiator yang kedua adalah OAT atau bisa dikatakan Organic Acid Technology. Jenis radiator ini umumnya dipakai pada pabrikan general motor dan bisa diganti hingga 5 tahun sekali. Bisa juga, Anda menggantinya tiap 50.000 mil sekali.

3. Jenis HOAT

Radiator ketiga ada jenis HOAT, yakni jenis yang dikembangkan dari OAT. Karakteristiknya pun hampir sama. HOAT bisa diganti hingga 5 tahun lamanya.

Demikian uraian tentang berbagai jenis radiator coolant. Bagaimana? Sudah jelas bukan apa fungsi dan jenis dari radiator yang bertugas mendinginkan mesin ini? Semoga ulasannya bermanfaat.

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *