Bingung Cara Menyapih Anak? Ini 7 Tips agar Buah Hati Tidak Rewel

Buyelocon – Saat-saat menyapih merupakan waktu yang cukup emosional, baik bagi ibu maupun sang anak yang akan disapih. Anak cenderung sulit untuk disapih dan rewel, sementara ibu cenderung tidak tega sehingga gagal menyapih. Sayang sekali, bukan? Berikut beberapa cara menyapih anak agar tidak rewel.

1. Kurangi Frekuensi Menyusui Secara Bertahap

Rencanakan waktu yang tepat untuk menyapih anak Anda. Mulailah kurangi frekuensi menyusui secara bertahap. Jika biasanya 5 kali menyusui dalam sehari, kurangi menjadi 4 kali sehari. Anda pun bisa mengurangi waktu menyusui. Jika Anda biasa menyusui selama 10 menit, kurangi menjadi 5 menit.

Anda bisa mengatur pengurangan ini secara cermat agar cara menyapih anak terjadi secara alami. Untuk anak yang cenderung sulit ketika disapih, berikan waktu yang lebih lama agar anak merasa terbiasa. Ingat, anak akan bisa karena terbiasa.

2. Pastikan Anak Selalu Merasa Kenyang

Perkenalkan anak Anda dengan MPASI, apalagi jika sudah ada tanda-tanda tumbuh gigi. Berikan MPASI pada waktu sarapan, camilan pagi, makan siang, camilan sore dan ketika makan malam. Apabila anak dalam keadaan kenyang, maka keinginan untuk meminta ASI pun semakin berkurang. Namun pastikan MPASI yang Anda berikan dibuat sendiri oleh ibu.

3. Tunjukkan Perhatian dan Kasih Sayang pada Anak

Walaupun masih kurang dari 2 tahun, anak biasanya sudah mengerti ucapan Anda. Berikan pengertian sesederhana mungkin pada anak Anda. Anda pun harus menunjukkan bahwa walaupun sudah tidak menyusui, namun perhatian dan kasih sayang terhadap anak Anda tetap utuh. Anda bisa mengusap, memeluk maupun memberikan kecupan sesekali.

4. Libatkan Anggota Keluarga Lain untuk Membantu

Cobalah bekerjasama dengan anggota keluarga lain, seperti suami, kakek, nenek ataupun pengasuh. Biasakan mereka untuk mencoba menawarkan MPASI ataupun minuman dalam cangkir agar anak terbiasa. Biarkan pula mereka untuk lebih lama bermain bersama agar anak Anda tidak bosan.

Suami dan anggota keluarga lainnya pun dapat mendukung dan mengingatkan ibu agar tetap semangat dan konsisten selama proses menyapih. Apabila ibu konsisten dan merasa nyaman, maka anak pun akan merasakan hal yang sama selama proses menyapih.

5. Pastikan Anak dalam Keadaan Sehat

Sebelum memulai proses menyapih, Anda harus memastikan bahwa anak dalam keadaan sehat. Jika anak sakit, sebaiknya proses menyapih ditunda sampai dia sembuh terlebih dahulu. Ini untuk memastikan bahwa proses menyapih dilakukan dalam keadaan nyaman dan tidak menimbulkan efek traumatis.

6. Ubah Kebiasaan Sebelum Tidur

Jika Anda terbiasa menyusui sebelum tidur, cobalah ubah kebiasaan tersebut. Anda bisa mengganti kebiasaan menyusui tersebut dengan mendongeng, mendengarkan lagu anak maupun bermain di kamar. Berikan susu pada botol ataupun gelas. Lakukan hal ini terus menerus sehingga anak merasa terbiasa terhadap aktivitas tersebut sebelum tidur.

7. Teguhkan Niat dan Tidak Boleh Menyerah

Apabila Anda sudah berniat untuk menyapih, maka Anda harus disiplin setiap harinya. Jangan biarkan tangisan anak Anda yang meminta ASI membuat Anda tidak tega sehingga proses menyapih ini gagal. Anda pun harus menunjukkan perhatian dan kasih sayang yang lebih pada anak, sehingga ia tidak merasa ditinggalkan.

Beberapa tips tersebut dapat diterapkan pada buah hati Anda. Sebaiknya hindari cara menyapih anak secara tradisional, seperti mengoleskan balsam atau hal lain pada payudara. Hal tersebut dapat menimbulkan efek traumatis nantinya. Setiap proses membutuhkan waktu, begitu juga ketika menyapih. Selamat mencoba, semoga bermanfaat!

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *